Advertisement

Main Ad

TEKS ULASAN (STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN)

 STRUKTUR KAIDAH KEBAHASAAN TEKS ULASAN & MENYUSUN TEKS ULASAN




"Struktur teks ulasan merupakan susunan yang membangun sebuah teks ulasan sehingga menjadi suatu teks yang utuh"

Struktur teks ulasan terdiri dari beberapa hal berikut:


1. STRUKTUR TEKS ULASAN

  • Orientasi

Orientasi merupakan bagian pertama yang menjelaskan tentang gambaran umum sebuah karya baik film, drama maupun sebuah buku yang akan diulas. Bagian orientasi memberikan penjelasan kepada pembaca mengenai apa yang akan diulas.

  • Tafsiran

Tafsiran merupakan bagian yang berisi penjelasan detail mengenai sebuah karya yang diulas, misalnya berisi tentang bagian-bagian suatu karya, keunikan, keunggulan, kualitas, dsb.

  • Evaluasi

Evaluasi merupakan bagian yang berisi pandangan dari pengulas mengenai hasil karya yang diulas. Evaluasi dilakukan setelah pengulas melakukan tafsiran secara cukup terhadap hasil karya tersebut. Pada bagian evaluasi ini pengulas akan menyebutkan bagian yang bernilai atau kelebihan dari karya tersebut. Ataupun bagian yang kurang bernilai atau kekurangan dari karya tersebut.

  • Rangkuman

Rangkuman merupakan bagian yang berisi kesimpulan dari ulasan terhadap suatu karya. Bagian ini juga memuat komentar penulis apakah hasil karya tersebut berkualitas atau tidak untuk ditonton atau dibaca.


2. Kaidah Kebahasaan Teks Ulasan

Teks ulasan yang baik harus disusun sesuai dengan struktur teks dan menggunakan kaidah kebahasaan, termasuk kaidah ejaan. Berikut ini adalah contoh kaidah kebahasaan dalam ulasan teks film atau drama


A. KATA ISTILAH

Istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu. Istilah khusus adalah istilah yang digunakan untuk bidang tertentu dan pemakainnya hanya dipahami oleh orang berkecimpung dalam bidang tersebut. Contoh :

Istilah umum  : film, ikan, bunga.
Istilah khusus : komedi, gurame, mawar.


B. Sinonim dan Antoni

Sinonim adalah kata yang memiliki bentuk yang berbeda, tetapi memiliki arti atau pengertian yang sama atau mirip. Contoh: “Obrolan orang itu mirip dengan dialogdalam film Romeo dan Juliet.

Antonim adalah kata yang artinya berlawanan satu dengan yang lain. Contoh: “besar atau kecil bukanlah jaminan barang itu berharga atau tidak.


c. Nomina

Nomina atau kata benda adalah kelas kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda atau segala yang dibedakan. Kata benda dibagi menjadi dua jenis, yaitu kata benda konkret seperti meja, buku, danbola serta kata benda abstrak, seperti pikiran dan angin.

Nomina juga dibedakan menjadi dua, yakni Nomina Dasar dan Nomina Turunan. Contoh :

Nomina Dasar : Rumah | Jalan
Nomina Turunan : Perumahan | Jalanan
Imbuhan : Pe – an | -an


C. Verba / Kata Kerja

Verba Aktif adalah verba yang subjeknya berperan sebagai pelaku atau menunjukkan tindakan atau perbuatan. Contoh: “Putra memelihara ikan gurame.

Verba Pasif adalah verba yang subjeknya berperan sebagai penderita, sasaran tindakan, atau hasil. Contoh: “Film horor kini banyak disiarkan televisi indonesia.”

D. ronomina

Pronomina atau kata ganti adalah jenis kata yang menggantikan nomina atau frasa nomina. Contoh:

  1. Kata ganti orang : saudara, bapak, ibu, nyonya, tuan, ia, dia
  2. Kata ganti pemilik : ku-, mu-, -nya
  3. Kata ganti petunjuk : ini, itu
  4. Kata ganti penghubung : yang
  5. Kata ganti tak tentu : siapa, barag siapa, sesuatu, masing-masing


E. Konjungsi

Konjungsi adalah kata tugas atau kata penghubung yang berfungsi menghubungkan dua buah klausa, kalimat, atau paragraf. Konjungsi yang sering digunakan dalam ulasan film atau drama umumnya, berupa:

  • Konjungsi Koordinatif. Contoh: dan, atau, tetapi
  • Konjungsi Subordinatif. Contoh: jika, agar, meskipun, alih-alih, sebagai, sebab, karena, maka, sesudah, sebelum, sementara
  • Konjungsi Korelatif. Contoh: baik … maupun … | bukan … melainkan … | tidak hanya … tetapi …
  • Konjungsi AntarKalimat. Contoh: sebaliknya, di samping itu, selanjutnya.

F. Preposisi

Preposis adalah kata tugas yang berfungsi sebagai unsur pembentuk frasa preposisional.

Contoh : di, ke, dari, pada, daripada, dengan, secara, tanpa, bagi.

 

G. Artikel

Artikel adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah nomina.

Contoh: si, sang

 

G. Kalimat Simpleks dan Kompleks

Kalimat Simpleks adalah kalimat yang memiliki suatu verba utama.

Contoh: “Sinetron pangeran banyak digemari kawula muda.”

Kalimat Kompleks adalah kalimat yang memiliki dua verba utama atau lebih.

Contoh: “Sci-Fi adalah jenis film imajinasi pengetahuan yang dikembangkan untukmendapatkan dasar pembuatan alur film yang menitikberatkan pada penelitian dan penemuan biologi.”

   

H.  Menggunakan ungkapan perbandingan (persamaan/perbedaan)

Contohnya : daripada, sebagaimana, demikian halnya, berbeda dengam, seperti, seperti halnya, serupa dengan, dan sebagainya.

 

I. Menggunakan kata kerja material dan kata kerja relasional

Kata kerja material yaitu kata kerja yang menyatakan kegiatan fisik/proses. Misalnya : makan, minum, membawa, berbicara, melamun, bertepuk tangan, mendengarkan, menunggu, melebur, memukul, bertanya, dan lainnya. Kata kerja relasional adalah kata kerja yang berfungsi untuk membentuk predikat nominal (kata-kata kopulatif) dan dapat juga membantu memperjelas predikat (kata kerja bantu).

 a. Contoh kata kerja relasional sebagai kopulatif : bernama, disebut, jadi/menjadi, merupakan, adalah, ialah, yaitu, yakni, dan sebagainya.

b. Contoh kata kerja relasional sebagai kata bantu : pasti, harus/perlu/wajib, jadi, mungkin,  boleh, harap, bisa, hendak/ingin/mau/akan, dapat/bisa, ada, dan sebagainya.



2. Menyusun teks Ulasan

Coba kalian bayangkan, apabila kalian mendapat tugas untuk membuat teks ulasan cerpen, novel, drama, atau film dari guru bahasa Indonesia  dan kalian sendiri belum tahu proses penyusunannya maka kalian akan mengalami kesulitan dalam proses penyusunan.

Untuk mengetahui apa saja langkah-langkah yang ada dalam menyusun teks ulasan akan saya jelaskan pada bagian dibawah ini. 

Namun, kalian juga harus tahu contoh teks ulasan yang sesuai dengan strukturnya. Guna memudahkan kalian dalam menyusun teks ulasan secara benar.

A. Langkah – langkah penyusunan teks ulasan

Untuk memudahkan dalam  membuat teks ulasan suatu karya, ada beberapa langkah-langkah teks ulasan yang harus di ketahui. Diantaranya sebagai berikut :

  • Menentukan jenis buku 
  • Membuat  tujuan penulisan 
  • Mencatat bagian identitas buku
  • Menulis hal  yang menarik atau dianggap penting
  • Membuat kesimpulan dan menuliskan saran yang baik untuk pembaca
  • Menuangkan hasil catatan secara lengkap ke dalam teks ulasan


1. Menentukan jenis buku 

Ada banyak jenis buku yang di dapat dijadikan sebagai objek untuk membuat teks ulasan. Namun, apabila kalian ingin mengulas buku-buku fiksi seperti novel, cerpen atau kumpulan puisi maka pilihlah jenis buku yang menarik bagi anda pilih. 

Misalnya anda menyukai hobi membaca cerita fiksi seperti novel, maka pilihlah novel yang anda sukai. Kemudian lakukan ulasan secara mendalam dengan memperhatikan struktur teks ulasan. Catat bagian – bagian terpenting yang sekiranya dapat membantu kalian dalam menemukan data analisis kalian. Seperti isi pada keunggulan karya, kelemahan dan kekurangan, serta kelebihan pada karya pada karya tersebut. 

Namun, apabila kalian ingin mengulas buku non fiksi seperti buku tentang karya tulis ilmiah maka lakukan hal yang sama seperti menganalisis pada buku fiksi. Yang menjadi perbedaan pada analisis buku fiksi dan non fiksi adalah pada bagian identitas karya pada masing-masing buku bacaan tersebut.

2. Membuat  tujuan penulisan 

Pada langkah yang kedua adalah membuat tujuan penulisan. Tujuan penulisan teks ulasan tentu menjadi bagian penting dalam mengulas. Apa yang menjadi tujuannya? 

  • Apakah ingin mencari kelebihan dan kelemahan karya?
  • Apakah untuk mengetahui kualitas karya?
  • Apakah untuk mendapatkan informasi tentang penulis/pengarang pada karya tersebut?
  • Apakah ingin mengajak pembaca lain secara luas mengenai karya yang di ulas?
  • Apakah untuk  memberi pertimbangan terkait karya yang di ulas dengan karya yang lain?

Membuat tujuan penulisan teks ulasan harus sesuai dengan ketentuan masing-masing pengulas. Apabila kalian hanya sekedar mengulas, tanpa memiliki maksud dan tujuan tertentu. Maka lebih baik tujuan utama penulisan teks ulasan menjadi prioritas utama untuk mengetahui secara utuh tentang karya sastra.


3. Mencatat bagian identitas buku

Langkah penyusunan teks ulasan yang berikutnya adalah mencatat bagian identitas buku. Bagian identitas buku menjadi bagian spesifik jenis buku yang akan di ulas. Apakah buku tentang fiksi atau non fiksi. 

Sebenarnya diantara kedua jenis buku yang akan di ulas memiliki persamaan. Hanya saja, kategori buku yang menjadi pembeda. Namun, apabila buku jenis buku yang di ulas. Melainkan karya lain seperti drama atau film maka bagian identitasnya pun berbeda pula. 

Bagian identitas buku mencakup judul buku, nama pengarang/penulis, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, tebal buku, ukuran buku dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk karya berupa drama atau film mencakup nama pemain/pemeran, naskah drama, sutradara, produser, penyunting film dan lain sebagainya.

Jadi sudah sangat jelas antara kedua bagian jenis tersebut sangat berbeda. Bagian ini, pengulas hanya menentukan jenis karya yang akan di jadikan sebagai objek. 


4. Menulis hal  yang menarik pada karya 

Langkah selanjutnya adalah menulis hal yang menarik pada buku tersebut. Mengapa demikian? Menulis hal yang menarik dalam hal ini adalah mencari data yang ada pada objek ulasan. Hal penting pada bagian ini, yang perlu di tulis adalah :

  • Mencatat kelebihan atau kelemahan 
  • Mencari keunikan dan keunggulan 
  • Membuat pertimbangan tentang isi karya yang di ulas

Baca juga : Contoh Teks Pidato Persuasif

Setelah mencatat bagian tersebut, maka buatlah rangkuman berupa sinopsis yang memuat gambaran singkat tentang isi karya pada buku yang akan di ulas.

Setiap pengarang atau penulis memiliki perbedaan dalam penyajian karya. Misalnya karya yang sedang di ulas adalah berkaitan dengan buku non fiksi maka yang termasuk kedalam hal yang menarik dari buku tersebut bisa berupa penjelasan materi-materi  di paparkan secara utuh. Apabila dalam pemaparan materi tersebut sedikit akan pembahasannya maka buku tersebut  masih kurang lengkap.


5. Menuangkan hasil catatan secara lengkap ke dalam teks ulasan

Setelah menulis hal yang menarik pada karya yang di ulas. Langkah selanjutnya adalah menuangkan hasil tulisan kedalam catatan secara lengkap dan menyeluruh. Hasil catatan ini dibuat dengan gambaran umum menyangkut segala isi yang ada dalam karya tersebut.

Dalam membuat hasil catatan, perhatikan struktur teks ulasan secara urut dari bagian orientasi sampai bagian rangkuman. Karena dengan adanya catatan yang lengkap, maka proses pembuatan dan penyusunan teks ulasan akan sesuai dengan isi pada karya tersebut. 

Tentu seorang pembaca yang melihat hasil ulasan yang dibuat akan merasa yakin bahwa ulasan tersebut sesuai dengan objeknya.  Hasil catatan akan membantu kita dalam proses mengulas. Catatan-catatan tersebut di buat secara urut dan detail berdasarkan data yang lengkap.

6. Membuat kesimpulan dan menuliskan saran yang baik untuk pembaca

Langkah dalam menyusun teks ulasan yang terakhir adalah membuat kesimpulan dan menuliskan saran. Sebuah hasil karya yang dibuat oleh penulis/pengarang tentu memiliki kekurangan dan kelebihan dalam cerita. Maka penting sekali, seorang penulis mendapatkan saran atau kritik yang bersifat membangun. 

Saran dan kritik tersebut harus dibuat secara objektif sesuai dengan apa yang ada pada isi cerita. Apabila tidak sesuai maka, penting sekali mengulas kembali cerita yang dibaca. 

Seorang penulis akan merasa terbuka, apabila hasil karyanya di nilai orang lain. Mengapa? Karena dengan penilaian tersebut, karya-karya yang dibuat sebelumnya oleh penulis sebagai pembelajaran dan pembenahan guna meningkatkan kualitas yang ada.

Dengan demikian, ke depannya penulis akan lebih senang apabila karyanya dapat dinikmati oleh orang lain masyarakat luas. 

Post a comment

0 Comments